Biaya Visa Turis Australia | OCSC Global

Biaya Visa Turis Australia

Biaya Visa Turis Australia

Biaya resmi visa turis Australia untuk WNI adalah AUD 200, atau sekitar Rp 2,1 juta dengan kurs awal 2026. Angka ini spesifik untuk Visitor Visa Subclass 600 Tourist Stream yang diajukan dari luar Australia. Ini tarif tunggal yang dibayar ke Department of Home Affairs lewat ImmiAccount, non-refundable, dan berlaku sama untuk semua pemohon terlepas dari durasi visa yang diminta (3, 6, atau 12 bulan). Fokusnya di sini adalah biaya spesifik visa turis. Untuk breakdown semua jenis visa Australia termasuk Student atau Partner Visa yang jauh lebih mahal, lihat artikel biaya visa Australia.

Berapa Biaya Resmi Tourist Stream Subclass 600

A close-up of an Australian passport lying on a wooden desk next to a laptop showing an online government immigration portal, with an Australian dollar note partially visible, soft natural daylight from a window

Tarif resmi Department of Home Affairs per April 2026 untuk Subclass 600:

  • Tourist Stream offshore (apply dari Indonesia): AUD 200
  • Tourist Stream onshore (apply dari dalam Australia): AUD 500
  • Business Visitor Stream: AUD 200
  • Sponsored Family Stream: AUD 200
  • Frequent Traveller Stream (10 tahun, multiple entry): AUD 1.480

WNI yang apply dari Jakarta, Surabaya, atau kota mana pun di Indonesia masuk kategori offshore. Jadi angka yang relevan adalah AUD 200, yang kalau dikonversi dengan kurs tengah Rp 10.500 per AUD jadi Rp 2,1 juta.

Biaya ini tidak bervariasi berdasarkan durasi visa yang diberikan. Case officer bisa memutuskan visa kamu valid 3 bulan atau 12 bulan, tapi biaya application-nya tetap sama. Dibayar sekali di ImmiAccount setelah form aplikasi selesai diisi, dan sifatnya non-refundable. Visa ditolak, uang hangus. Salah pilih subclass, uang hangus.

Apa yang Kamu Bayar dengan AUD 200 Itu

AUD 200 itu bukan harga “masuk Australia”. Itu biaya pemrosesan aplikasi oleh case officer Department of Home Affairs, terlepas dari hasil akhirnya approved atau rejected.

Yang termasuk dalam AUD 200:

  • Pemeriksaan dokumen oleh case officer
  • Cross-check data di sistem imigrasi global
  • Assessment karakter dan risiko overstay
  • Grant letter elektronik kalau disetujui

Yang tidak termasuk:

  • Biometrik di VFS Global (terpisah, bayar di AVAC)
  • Medical examination kalau diminta (panel clinic, biaya sendiri)
  • Surcharge kartu kredit (1,32% untuk Visa/Mastercard/Amex)
  • Terjemahan dokumen oleh sworn translator

Satu hal yang sering disalahpahami: AUD 200 bukan deposit atau jaminan. Departement of Home Affairs menganggap uang itu sudah “dipakai” begitu case officer mulai review, jadi tidak bisa diminta kembali meski aplikasi ditolak di hari yang sama.

Bagaimana Dibanding Visa Turis Negara Lain

Untuk konteks, begini posisi fee visa turis Australia dibanding tujuan populer lain per April 2026:

  • Schengen Visa (26 negara Eropa): EUR 90 atau sekitar Rp 1,6 juta
  • US B1/B2 Visa: USD 185 atau sekitar Rp 3 juta
  • UK Standard Visitor Visa: GBP 127 atau sekitar Rp 2,6 juta
  • Japan Tourist Visa: gratis dari kedutaan, tapi ada service fee VFS sekitar Rp 800.000
  • Korea Selatan Short-term Visa: USD 40 atau sekitar Rp 650.000
  • Australia Visitor Visa Subclass 600: AUD 200 atau sekitar Rp 2,1 juta

Dari sisi nominal application fee, Australia berada di tengah. Lebih mahal dari Schengen dan Korea, lebih murah dari US dan UK. Jepang pengecualian karena visa-nya gratis, tapi WNI tetap perlu bayar service charge ke VFS.

Yang membuat Australia terasa lebih mahal total adalah biometrik wajib di VFS yang hampir selalu diminta, ditambah ketiadaan opsi visa-on-arrival atau ETA untuk paspor Indonesia. Bandingkan dengan paspor Singapura atau Eropa yang bisa pakai eVisitor gratis. Untuk pembahasan khusus soal ini, ada artikel apakah ke Australia perlu visa dan Australia visa on arrival.


Mau pastikan biaya visa turis Australia yang kamu siapkan sudah pas untuk situasi kamu? Tim OCSC bisa bantu cek kelengkapan dokumen sebelum kamu bayar fee yang non-refundable.

Chat with us on WhatsApp


Biaya Tambahan Khusus WNI

An Indonesian woman in business casual attire handing her passport and application documents to a VFS Global visa centre staff member at a modern reception counter, blue and white branding subtly visible in background, professional indoor lighting

Di luar AUD 200 ke Department of Home Affairs, pemohon dari Indonesia punya biaya spesifik yang jarang disebut di panduan dari luar.

Biometrik di VFS Global sekitar Rp 600.000 per orang. Hampir selalu diminta untuk Tourist Stream, dilakukan di Kuningan City Mall lantai 2 (Jakarta Selatan) atau kantor VFS di Bali. Di luar dua lokasi itu, harus terbang ke Jakarta atau pakai jasa kurir VFS yang mulai Rp 400.000. Tanpa biometrik, aplikasi berhenti di sini.

Surcharge kartu kredit di ImmiAccount sekitar 1,32% untuk Visa, Mastercard, dan Amex, atau 1,01% untuk PayPal. Untuk AUD 200 itu cuma AUD 2-3 tambahan, tapi bikin angka total tagihan tidak persis bulat. Otomatis ditambahkan di halaman checkout.

Asuransi perjalanan di kisaran Rp 300.000-700.000 untuk dua minggu di Australia. Tidak wajib secara aturan, tapi case officer kadang minta sebagai bukti pendukung kemampuan finansial. Polis dari AXA, Chubb, atau Zurich semua ada di range itu.

Terjemahan dokumen Rp 100.000-200.000 per halaman kalau akta lahir, akta nikah, atau surat keterangan kerja perlu di-translate oleh sworn translator ke bahasa Inggris. Untuk visa turis yang dokumennya lebih ringan, biaya ini biasanya tidak muncul.

Markup kurs kartu kredit 0,5%-3% di atas kurs tengah, tergantung bank penerbit. Untuk AUD 200 efeknya cuma Rp 20-40 ribu jadi tidak perlu pusing. Tapi kalau suatu hari kamu apply Student Visa AUD 2.000, baru terasa.

Transport ke AVAC untuk pemohon dari luar Jabodetabek dan Bali bisa Rp 500.000 sampai Rp 2 juta. Dari Medan, Makassar, atau Surabaya tambahkan tiket pesawat dan satu malam hotel. Sebagian orang memilih pakai jasa kurir VFS yang lebih murah, dengan konsekuensi prosesnya lebih lama.

Total realistis untuk satu WNI dari Jakarta yang apply visa turis Australia tanpa medical: Rp 2,7 juta sampai Rp 3,3 juta. Itu sudah termasuk application fee, biometrik, asuransi, dan surcharge.

Cara Tekan Total Pengeluaran

Beberapa keputusan kecil yang secara nyata menurunkan total biaya.

Apply dari Indonesia, bukan dari Australia. Onshore Tourist Stream AUD 500, offshore AUD 200. Selisihnya Rp 3 juta. Kalau kamu sedang di Australia dengan visa transit atau visa lain dan ingin extend jadi turis, pertimbangkan pulang dulu dan apply dari Indonesia. Untuk sebagian orang perhitungan tiket pulang-pergi masih lebih murah dari selisih Rp 3 juta.

Skip premium lounge VFS dan SMS notification. Total bisa Rp 1,1 juta, padahal notifikasi status otomatis masuk ke email dari ImmiAccount. Premium lounge cuma memotong antrean 10-15 menit. Tidak sebanding.

Siapkan dokumen satu kali dengan benar. Aplikasi yang ditolak karena kurang dokumen berarti harus apply ulang, dan AUD 200 yang kedua juga non-refundable. Panduan dokumen lengkap termasuk soal saldo tabungan ada di syarat visa Australia minimal tabungan.

Pertimbangkan Frequent Traveller kalau sering bolak-balik. AUD 1.480 untuk visa 10 tahun multiple entry berarti sekitar AUD 150 per tahun, dengan kunjungan tanpa batas. Kalau kamu apply Tourist Stream dua kali dalam 10 tahun, uangnya sudah lebih banyak dari Frequent Traveller.

Untuk alur lengkap dari mulai buat akun sampai grant letter keluar, lihat cara apply visa Australia online. Biaya itu satu hal, tapi eksekusi yang rapi jauh lebih menentukan apakah AUD 200 kamu jadi visa atau jadi pengalaman yang hangus.


Mau dampingan penuh untuk aplikasi visa turis Australia dari awal sampai visa keluar? OCSC sudah handle ratusan aplikasi dan bisa bantu optimalkan biaya plus peluang disetujui.

Chat with us on WhatsApp


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *