Setelah pegang PR Australia beberapa tahun, banyak WNI mulai mempertimbangkan ambil paspor Australia. Alasannya bermacam-macam: bisa keluar masuk Australia tanpa risiko visa, akses paspor yang lebih kuat, dan kepastian status untuk anak-anak yang lahir di sana.
Tapi sebelum apply, ada satu hal yang sering dilewatkan dan tidak bisa dianggap remeh: Indonesia tidak mengakui dwikewarganegaraan untuk orang dewasa. Ambil paspor Australia berarti otomatis kehilangan paspor Indonesia. Syarat, biaya, dan konsekuensi hukum di sisi Indonesia per April 2026 dibahas berurutan di bawah, supaya kamu paham sebelum tanda tangan formulir.
Syarat Tinggal Empat Tahun
Untuk apply citizenship by conferral, kamu harus sudah tinggal di Australia selama 4 tahun penuh sebelum tanggal aplikasi. Dari 4 tahun itu, minimal 12 bulan terakhir harus dipegang sebagai PR (Permanent Resident) atau Subclass 444 New Zealand. Tahun-tahun sebelumnya boleh dipegang dengan visa apa saja yang sah, termasuk student visa, work visa, atau bridging visa.
Aturan absen juga ketat. Total waktu di luar Australia selama periode 4 tahun tidak boleh lebih dari 12 bulan. Dan dalam 12 bulan terakhir sebelum apply, kamu tidak boleh berada di luar Australia lebih dari 90 hari. Dua syarat ini harus dipenuhi sekaligus, bukan salah satu.
WNI yang sering kerja bolak-balik Indonesia-Australia atau pulang lama untuk urusan keluarga harus hitung dengan teliti. Department of Home Affairs punya Residence Calculator di immi.homeaffairs.gov.au yang menjumlahkan tanggal masuk dan keluar otomatis berdasarkan riwayat paspor kamu. Pakai alat itu sebelum lodging supaya tidak ditolak karena salah hitung satu-dua hari. Untuk gambaran rute mendapatkan PR sebelum tahap ini, lihat cara mendapatkan PR Australia.
Citizenship Test dan Australian Values

Hampir semua applicant berusia 18-59 tahun harus ikut citizenship test. Test ini 20 soal pilihan ganda, dikerjakan dalam 45 menit, dan hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Nilai minimum lulus 75%, jadi minimal 15 dari 20 jawaban harus benar.
Yang banyak ditakuti adalah aturan baru soal Australian Values. Lima dari 20 soal masuk kategori ini, dan kelimanya harus dijawab benar semua. Salah satu saja, otomatis tidak lulus walaupun total nilai kamu di atas 75%. Materi values bicara tentang kebebasan beragama, kesetaraan gender, demokrasi parlementer, kebebasan berbicara, dan rule of law versi Australia.
Bahan belajar resmi adalah booklet “Australian Citizenship: Our Common Bond” yang bisa diunduh gratis dari laman DHA. Semua soal diambil dari isi booklet itu, jadi baca pelan-pelan dan jangan andalkan situs latihan tidak resmi yang versinya kadang sudah tertinggal. Kalau gagal, kamu boleh tes ulang sampai tiga kali dalam satu aplikasi yang sama.
Sudah pegang PR dan mau ambil citizenship? Konsultan OCSC bisa bantu cek hitungan tanggal residence kamu dan strategi waktu lodgment yang paling aman.
Biaya dan Waktu Proses
Biaya aplikasi standar untuk citizenship by conferral (Form 1300t) per Juli 2025 adalah AUD 575. Anak di bawah 16 tahun yang masuk dalam aplikasi orang tua di form yang sama dikenai biaya AUD 0. Pemegang Pensioner Concession Card resmi pemerintah Australia bayar AUD 80 (tarif konsesi). Biaya tambahan AUD 365 yang sebelumnya berlaku untuk anak terpisah sudah disesuaikan dalam struktur baru ini.
Waktu proses per Desember 2025 untuk citizenship by conferral: 50% aplikasi selesai dalam 11 bulan, 75% selesai dalam 12 bulan, dan 90% selesai dalam 14 bulan. Setelah aplikasi disetujui, kamu masih harus menunggu undangan citizenship ceremony, biasanya dalam 6-8 bulan dari tanggal approval. Total dari lodgment sampai jadi warga negara realistisnya 12-20 bulan.
Faktor yang mempercepat proses: aplikasi online lengkap, dokumen identitas konsisten, riwayat residence bersih, dan tidak ada catatan kriminal. Faktor yang memperlambat: nama beda di paspor lama dan baru, pernah berganti kewarganegaraan, atau pernah ditolak visa Australia di masa lalu.
Citizenship Ceremony

Ceremony adalah tahap terakhir dan wajib. Tidak ada jalan menjadi warga negara tanpa hadir di ceremony, kecuali untuk anak di bawah 16 tahun yang nama mereka cukup ditambahkan ke sertifikat orang tua. Ceremony dilakukan oleh local council di area tempat tinggal kamu, biasanya di balai kota atau gedung komunitas.
Di ceremony, kamu memilih antara mengucapkan oath (atas nama Tuhan) atau affirmation (tanpa rujukan agama). Isinya sama: kesetiaan kepada Australia, masyarakatnya, dan rule of law-nya. Setelah pengucapan, sertifikat citizenship diserahkan dan resmi sejak detik itu juga.
Beberapa hal praktis: undangan ceremony datang lewat email atau pos sekitar 1-2 bulan sebelum tanggal acara. Kamu boleh minta reschedule satu kali kalau ada alasan kuat. Kalau melewatkan ceremony tanpa kabar tiga kali, aplikasi bisa dianggap batal. Bawa identitas lama (paspor Indonesia, contohnya) ke ceremony sebagai dokumen pendukung.
Masalah Dwikewarganegaraan untuk WNI
Ini bagian yang paling penting dan paling sering dilewati. Hukum Indonesia (UU 12/2006) tidak mengakui dwikewarganegaraan untuk orang dewasa. Begitu kamu mengucap oath citizenship Australia, status kamu sebagai WNI otomatis hilang menurut hukum Indonesia, walaupun paspor merah masih ada di tangan kamu.
Konsekuensi praktisnya nyata. Paspor Indonesia kamu wajib diserahkan ke KBRI di Canberra atau KJRI terdekat untuk dibatalkan. Setelah itu, untuk masuk Indonesia kamu butuh visa atau paspor Australia, sama seperti turis asing lainnya. KTP Indonesia tidak lagi sah, dan hak waris atas tanah berstatus Hak Milik di Indonesia akan terdampak (WNA tidak boleh memegang Hak Milik atas tanah).
Ada beberapa jalur yang sering dipakai diaspora untuk mempertahankan akses ke Indonesia setelah berubah kewarganegaraan. Bebas Visa Kunjungan untuk paspor Australia berlaku 30 hari per kunjungan untuk wisata. Untuk tinggal lebih lama, banyak ex-WNI mengurus KITAS sponsor keluarga (kalau punya pasangan atau orang tua WNI) atau KITAS investor. Visa-on-arrival juga tersedia di sejumlah bandara utama untuk kunjungan singkat.
Untuk anak hasil pernikahan campur yang lahir sebelum 18 tahun, status dwikewarganegaraan terbatas masih berlaku sampai usia 18, dan saat itu mereka harus memilih. Selama masih anak-anak, orang tua bisa mengurus affidavit dan Sertifikat Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda di KBRI untuk memberi anak akses imigrasi setara WNI di pintu masuk Indonesia.
Kalau di kemudian hari kamu ingin kembali jadi WNI, UU 12/2006 memberi jalur re-naturalisasi (pewarganegaraan kembali) untuk mantan WNI dalam kondisi tertentu. Prosesnya panjang, butuh tinggal di Indonesia minimal 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut sebelum apply, plus persetujuan Presiden dalam beberapa kasus. Tidak otomatis, dan tidak cepat.
Pertimbangan Sebelum Memutuskan
Citizenship Australia memberi keuntungan nyata: hak pilih, paspor yang masuk 180+ negara tanpa visa, akses penuh ke pekerjaan pemerintah dan militer, dan tidak ada lagi risiko visa expired. Untuk anak-anak yang sekolah dan bekerja di sana, ini sering jadi pilihan paling bersih.
Tapi untuk orang dewasa yang masih punya bisnis, properti, atau keluarga inti di Indonesia, hitungan tradeoff-nya berbeda. PR Australia sebenarnya sudah memberi sebagian besar hak praktis (kerja, sekolah, kesehatan, beli properti) tanpa kamu harus melepas WNI. Kekurangan PR adalah kewajiban Resident Return Visa kalau kamu pergi lebih dari 5 tahun, dan tidak bisa ikut pemilu Australia. Untuk gambaran lengkap apa saja syarat yang harus dipenuhi sebelum sampai ke tahap PR, lihat syarat PR Australia.
Sebelum lodging Form 1300t, duduk dulu dengan keluarga dan diskusikan dampak jangka panjangnya. Konsultasi dengan konsultan imigrasi Indonesia (untuk sisi WNI) dan migration agent Australia (untuk sisi Australia) hampir selalu lebih murah daripada salah ambil keputusan dan menyesal lima tahun kemudian.
Masih ragu antara mempertahankan PR atau lanjut ke citizenship? Tim OCSC sering bantu WNI memetakan implikasi pajak, properti, dan keluarga di kedua sisi sebelum memutuskan.